Somewhere, 30/1/2019
Diketik oleh : Diogenes the cynic
Kenapa takut dibilang radikal ?
Padahal radikal itu sendiri diambil dari bahasa latin yaitu radix yang berarti akar.
Jadi kalo ada suatu kelompok/komunitas yang dibilang radikal artinya dia mempelajari suatu ajaran sampai ke akar akarnya hingga dia tau itu sari sari dari ideologi/ajaran tersebut. Jadi tujuan dari sifat radikal sendiri itu bagus loh mempelajari ilmu/idiologi sampai ke akar akarnya.
Tinggal disini adalah outputnya, kalau semua orang yang mempelajari ajaran itu secara mengakar(radikal) tapi menghasilkan sesuatu yang distruktif artinya bisa jadi orang itu tidak salah karena ajaran itu sendiri yang membuahkan hasil yang bersifat destruktif bila dipelajari secara radikal. Atau bisa juga mereka tidak benar benar mengakar dalam ilmunya tapi hanya stempel/cap yang ditempatkan pada mereka dengan sebutan radikal saja.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah kata radikal akan berubah sifatnya bila yang dibuahkan itu mayoritas baik?
Jadi kenapa harus takut dengan kata radikal ?
Tujuannya baik mempelajari ideologi secara betul betul mencari tahu sampai kedalam dalamnya.
Karena yang perlu dimusuhi dan dihindari adalah bayangan dari radikalisme itu sendiri yaitu fanatisme.
Fanatisme bisa dilawan dengan akal sehat dan pikiran rasional. Karena fanatisme, ajaran yang harusnya bisa berdampak baik berbuah baik menjadi tidak baik distruktif mengacaukan kehidupan antar manusia. Fanatisme hanya memberi makan ego manusia belum tentu tentang apa yang ada pada suatu ideologi tersebut. Jangan bunuh arti kata sesungguynya dari radikal hanya karena ada bayang bayang fantisme yang mengikuti.
-D-